Tidak Perlu!!!



(Melirik jam) pukul 23.20 WIB

Ailo Bestie!

Menjelang pergantian hari, karena sudah tidak fokus jadi melipir sejenak untuk setidaknya mengikis tumpukan isi kepala. UGHH, MIGREN BOKK. Tak apalah ya, kendati masih ada beberapa paragraph yang menunggui. Today I went to somewhere to by an ice cream for cooling down my head. WOSHHH, maybe this morning you can catch up some smokes billowed over there. Padahal ku yang menolak, tapi ku juga yang kesal.

About the truth, bahwa rupanya banyak orang di luar sana tidak benar-benar mampu menghargaimu. Mereka tidak mampu melihat value yang ada pada dirimu, lalu mau apa lagi? Yang seperti itu tidak dapat dipaksakan. Sama halnya dengan perasaan. Kalo boleh memaki, YAOLO YAOLO YAOLO kesal bukan main. Mungkin memang sebetulnya kesalahan juga terletak pada diriku juga, yang terlalu gegabah. Walaupun memang dengan dalih ingin coba-coba dan sekedar mencari pengalaman, namun dongkolnya rupanya tidak lagi untuk dicoba. Sebuah pembelajaran “tidak semua hal patut untuk dicoba, pengalaman dan pembelajaran masih bisa diperoleh dari orang-orang yang pernah mengalaminya” Jangan coba-coba jika tidak ingin menyesal atau bahkan sakit sampai ulu hati.

Apabila ingin mencoba, maka cobalah sesuatu yang memang sudah dipertimbangkan plus dan minusnya, tidak asal saja manabrakkan diri. Kiranya memang itu memberikan manfaat dan dapat menaikkan valuemu maka SILAHKAN! Aku justru sangat menganjurkan. Namun, kiranya justru memberikan banyak keburukan, bahakan hingga merendahkan harga dirimu, CUIIHHH! Hempaskan jauh -jauh.

Tidak perlu memaksa orang untuk menghargaiku, atau bersusah payah mengakui value- ku. Tandanya mereka memang tidak mampu. MINDSET. Itu kuncinya. Satu-satunya orang yang tau tentang valueku, adalah aku sendiri. So, let we show up. Aku yang akan menentukan, di mana aku akan belajar. Tempat dimana orang-orang bisa menghargaiku dan mampu melihat value yang ada padaku. Tidak perlu memaksakan diri untuk berada di tempat yang bukan untukku.

Tidak perlu tergoboh-goboh (oh ya, ini dalam konteks pekerjaan). Tidak perlu gegabah mencari-cari celah yang sebetulnya bukan untuk diri kita. Semua punya masanya euy, bahkan malam pun harus menunggu gilirannya tiba setelah siang.

Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang” Yasin :40

Jadi ga usah sembrono dan krasak krusuk. Cukup sekali saja wahai diriku. INGAT! Sesuatu yang memang sudah ditakdirkan untukmu pasti akan jatuh ke tanganmu. Cukup tunggu mementumnya sembari berusaha dan berdoa. Ada akal yang bisa mencerna dan merasionalisasi, juga ada perasaan yang membantu menafsirkan pertanda dari alam semesta. It’s okay.

FYI,  emosi masih tersisa di dalam diri. Beruntung, bahwa ternyata dukungan masih ada melimpah padaku. Orang tua yang senantiasa memberikan wejangan. Bahkan, sempat terkejut dengan respon yang diberikan, hingga sempat ternganga untuk sementara. Lalu, teman yang sungguh teramat baik Budiman karena secara sukarela ku jadikan sebagai tempat sampah untuk berkeluh kesah dan menghujad.

Untuk sekarang cukup, ke depannya harus lebih berhati-hati. Sekian rapalan sumpah yang sudah terlanjur membumbung, menuntut untuk diledakkan.

Ahh sial, masih ada bahan untuk overthinking rupanya. Setengah hari menghabiskan waktu di lantai 2 MCD dago, rupanya justru menjadi ajang uji kesabaran.

Astaga. Menambah berbelas-belas list pekerjaan rumah, yang serratus persen menjaadi bahan bakar potensial untuk overthinking malam hari ini. Aish, menyebalkan tapi ta apalah. Paling tidak mata dan perut ini dimanjakan sejenak oleh kenikmatan duniawi, walau berlangsung sesaat saja.

Here I am, bersama sepanci indomie rebus yang sudah tandas. Sedang dilemma, antara tetap melanjutkan makian atau kembali pada paragraph yang masih sabar menunggui.



See Youu!!!

***

15/11/2022

Semangat dan Sehat Selalu

 


You Might Also Like

0 comments